13 Oktober 2017 13:46 wib

Universitas Islam Sumatera Utara, Stadium general Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) pada hari rabu tanggal 12 Oktober 2017 yang dilaksakan di Ruang Sidang Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam UIN Sumatera Utara Medan yang berlangsung pada pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai mengusung tema: “Agama dan Perdamaian” dengan studi kasus: “Konflik yang terjadi di Daerah Tanjung Balai disebabkan adanya dugaan Penistaan agama sehingga memakan korban yang tidak sedikit”.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Prof. Dr. H. Katimin, M.Ag ( Dekan FUSI ), dengan pembicara: Dr. H. Arifin Syah, M.Ag (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FUSI) , moderator: M. Andre Pane ( Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi SAA), dan peserta kegiatan stadium genelar ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.

Pada  kegiatan ini Dr. H. Arifin Syah, M.Ag mengatakan pada era Globalisasi saat ini agama memang sangat rentan untuk di jadikan alasan agar mendatangkan sebuah konflik. Oleh sebab itu sepatutnya seluruh umat beragama memperkuat dan kembali memahami nilai-nilai luhur dari masing-masing agama yang di yakini, menut beliau subuah  agama memiliki tujuan agar manusia dapat hidup selamat dan penuh dengan kedamaian.

Karena dalam tiap-tiap agama pasti mengajarkan umatnya untuk salang menghormati dan saling menghargai. Menurut Dr. H. Arifin Syah, M.Ag  konflik yang terjadi di Tanjung Balai dikarenakan adanya miskomunikasi dan misunderstending antara umat beragama sehingga hal seperti ini dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga berujung pada konflik tersebut.  Sebagai solusi Dr. H. Arifin Syah, M.Ag mengatakan pentingnya adanya musyawarah atara pemerintahan, tokoh-tokoh agama dan tiap-tiap organisasi keagamaan yang ada di Tanjung Balai agar masalah yang terjadi dapat di selesaikan dengan sebaik-baiknya dan tidak akan terjadi lagi kejadiaan serupa di masa yang akan datang.